Pante Rambong — Komitmen percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, kian terlihat nyata. Mengikuti instruksi tegas dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dua perusahaan pelaksana kini bekerja ekstra, bahkan hingga larut malam, demi memastikan warga segera keluar dari tenda darurat.
Sorot lampu menerangi lokasi pembangunan, suara palu dan mesin masih terdengar ketika malam semakin pekat. Para pekerja menyelesaikan pemasangan dinding, atap, serta tahap finishing interior dengan ritme kerja yang dipercepat. Targetnya tak main-main: sebelum Meugang dan Ramadan tiba, unit huntara harus sudah bisa ditempati.
Percepatan ini bukan sekadar mengejar progres fisik, tetapi menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terdampak banjir yang telah berbulan-bulan bertahan dalam keterbatasan. BNPB menegaskan agar proses pembangunan tidak berlarut, sehingga warga dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih layak dan aman.
CV Zaedan Mitra Perkasa bersama tim lapangan yang dikoordinasikan Jack dan Teknis Lapangan (Teklap) Jeffry memastikan standar teknis tetap terjaga meski pekerjaan dikebut. Di sisi lain, Graha Kita juga menunjukkan progres signifikan, dengan sejumlah unit tipe komunal maupun insitu telah memasuki tahap akhir penyelesaian.
Pemerintah Desa Pante Rambong menyampaikan apresiasi atas kerja keras tanpa henti tersebut. Bagi pemerintah desa, lembur yang dilakukan bukan sekadar rutinitas proyek, melainkan bentuk empati dan tanggung jawab moral terhadap warga yang menanti kepastian hunian.
Jika target sebelum Meugang benar-benar tercapai, maka percepatan ini akan menjadi bukti kolaborasi efektif antara BNPB, pelaksana, dan pemerintah desa. Lebih dari sekadar bangunan, huntara yang berdiri nantinya akan menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Pante Rambong untuk menyambut Ramadan dengan lebih tenang dan bermartabat.
Reporter: ZAS
Kirim Komentar